Meskipun mengonsumsi sayuran hijau (terutama sayuran berwarna hijau gelap) sangat penting, tapi masih banyak yang sering melewatkannya. Berikut adalah 10 alasan mengapa sayuran hijau sangat bagus untuk kesehatan :
1. Sayuran hijau merupakan sumber nutrisi dan mengandung vitamin A, C, E, K, B, mineral serta serat.
2. Sarat akan klorofil. Klorofil dapat membantu membawa energi dan oksigen ke sel-sel tubuh, sehingga sangat penting untuk kesehatan.
3. Penuh akan zat enzim yang penting untuk pencernaan dan mendukung kerja organ-organ tubuh. Proses memasak sayuran hijau akan menghancurkan zat enzim. Jadi untuk mendapatkan zat enzim lebih banyak, makanlah sayuran mentah-mentah atau dikukus.
4. Sayuran hijau juga kaya akan zat besi yang sangat penting terutama untuk vegetarian dan wanita. Jadi, sayuran hijau adalah pilihan yang sangat bagus untuk asupan zat besi nabati.
5. Telah terbukti bahwa sayuran yang berwarna hijau gelap mengandung banyak karotenoid, yaitu jenis antioksidan yang mampu melindungi sel-sel dari kanker.
6. Sayuran membantu pemurnian darah, karena banyak mengandung alkali yang bermanfaat bagi orang yang tinggal di daerah tinggi polusi.
7. Sayuran hijau kaya akan seng, kalium, fosfor, kalsium, dan magnesium, serta asam folat.
8. Sayuran hihau meningkatkan sirkulasi darah, fungsi hati, kandung empedu dan ginjal.
9. Sayuran dapat membersihkan penyumbatan organ, terutama di paru-paru, dengan mengurangi lendir penyumbat.
10. Dapatkan manfaat tambahan dengan mengonsumsi jus sayuran, karena meskipun tidak mendapatkan seratnya, tapi nutrisi, mineral, dan vitaminnya akan langsung diserap oleh tubuh.
Infeksi Paru-paru atau disebut juga Pneumonia merupakan peradangan paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus maupun jamur. Pada oranng dewasa penyebab terbanyak adalah karena bakteri, seperti bakteri Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, Legionella, Hemophilus influenzae.
Sedangkan virus, umumnya adalah virus influenza, chicken-pox (cacar air). Ada pula organisme mirip jamur yakni  Mycoplasma pneumoniae (terutama pada anak-anak dan dewasa muda) dan jamur tertentu.
Penyebab yang paling umum dari infeksi paru-paru adalah bakteri Streptococcus pneumoniae. Pada bentuk dari infeksi paru-paru ini, biasanya timbulnya menggigil, demam yang tiba-tiba dan produksi dari sputum yang berwarna karat. Infeksi menyebar ke dalam darah pada 20%-30% dari kasus-kasus, dan jika ini terjadi, 20%-30% dari pasien-pasien ini meninggal.
Mereka Yang Rentan
Adapun cara mikroorganisme itu sampai ke paru-paru bisa melalui inhalasi (penghirupan) mikroorganisme dari udara yang tercemar, aliran darah, dari infeksi di organ tubuh yang lain, dan migrasi (perpindahan) organisme langsung dari infeksi di dekat paru-paru.
Mereka yang rentan (mudah terkena) infeksi paru-paru umumnya adalah peminum alkohol, perokok berat, penderita diabetes, penderita gagal jantung, penderita penyakit paru obstruktif menahun, gangguan sistem kekebalan karena obat tertentu (penderita kanker, penerima organ cangkokan), dan gangguan sistem kekebalan karena penyakit (penderita AIDS).
Infeksi paru-paru juga bisa terjadi setelah pembedahan (terutama pembedahan perut) atau cedera (terutama cedera dada), sebagai akibat dari dangkalnya pernafasan, gangguan terhadap kemampuan batuk dan lendir yang tertahan. Yang sering menjadi penyebabnya adalah Staphylococcus aureus, pneumococcus, Hemophilus influenzae atau kombinasi ketiganya.
Infeksi paru-paru pada orang dewasa paling sering disebabkan oleh bakteri, yang tersering yaitu bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumococcus). Pneumonia pada anak-anak paling sering disebabkan oleh virus pernafasan, dan puncaknya terjadi pada umur 2-3 tahun. Pada usia sekolah, pneumonia paling sering disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae.
Infeksi paru-paru dikelompokkan berdasarkan sejumlah sistem yang berlainan. Salah satu diantaranya adalah berdasarkan cara diperolehnya, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu “community-acquired” (diperoleh diluar institusi kesehatan) dan “hospital-acquired” (diperoleh di rumah sakit atau sarana kesehatan lainnya).
Infeksi Paru-paru yang didapat diluar institusi kesehatan paling sering disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. Pneumonia yang didapat di rumah sakit cenderung bersifat lebih serius karena pada saat menjalani perawatan di rumah sakit, sistem pertahanan tubuh penderita untuk melawan infeksi seringkali terganggu. Selain itu, kemungkinannya terjadinya infeksi oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik adalah lebih besar.
Waspadai Gejalanya
Gejala-gejala yang biasa ditemukan pada penderita Infeksi Paru-paru seperti batuk berdahak (dahaknya seperti lendir, kehijauan atau seperti nanah), nyeri dada (bisa tajam atau tumpul, dan bertambah hebat jika penderita menarik nafas dalam atau terbatuk), menggigil, demam,  mudah merasa lelah, sesak nafas, sakit kepala, nafsu makan berkurang, mual dan muntah, merasa tidak enak badan, kekakuan sendi, dan kekakuan otot.
Gejala lainnya yang mungkin ditemukan seperti kulit lembab, batuk darah, pernafasan yang cepat, cemas, stres, tegang dan nyeri perut. Pada pemeriksaan dada dengan menggunakan stetoskop, akan terdengar suara ‘ronki’. Untuk orang-orang yang rentan terhadap pneumonia, latihan bernafas dalam dan terapi untuk membuang dahak, bisa membantu mencegah terjadinya pneumonia.
Bisa juga dilakukan vaksinasi  yang bisa membantu mencegah beberapa jenis pneumonia pada anak-anak dan orang dewasa yang beresiko tinggi.  Juga diberikan  vaksin pneumokokus (untuk mencegah pneumonia karena Streptococcus pneumoniae),  vaksin flu, dan  vaksin HIB (untuk mencegah pneumonia karena Haemophilus influenzae tipe B).
Untuk orang-orang yang rentan terhadap Infeksi Paru-paru, latihan bernafas dalam dan terapi untuk membuang dahak, bisa membantu mencegah terjadinya infeksi paru-paru. Vaksinasi bisa  membantu mencegah beberapa jenis pneumonia pada anak-anak dan orang dewasa yang beresiko tinggi seperti vaksin pneumokokus (untuk mencegah pneumonia karena Streptococcus pneumoniae), vaksin flu, dan vaksin HIB (untuk mencegah pneumonia karena Haemophilus influenzae tipe B)
Tuberkulosis ( TBC atau TB)adalah penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian lain tubuh manusia.

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang bebas TBC. Angka kematian dan kesakitan akibat kuman mycobacterium tuberculosis ini pun tinggi.



Gejala TBC
Penyakit TBC Menular Lewat Udara
Tingkat prevalensi penderita TBC di Indonesia diperkirakan sebesar 289 per 100 ribu penduduk dan insidensi sebesar 189 per 100 ribu penduduk. Bahkan 27 dari 1.000 penduduk terancam meninggal seperti yang dilaporkan Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang dihimpun sepanjang 2011 mengenai tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

Laporan tersebut juga meliris bahwa angka penjaringan penderita baru TBC meningkat 8,46 persen dari 744 penderita TBC di 2010 menjadi 807 per 100.000 penduduk di 2011. Namun, kabar baiknya angka kesembuhan pada 2011 mencapai target sebesar 83,7 persen dan angka keberhasilan pengobatan pada 2011 mencapai target sebesar 90,3 persen.


Gejala Penyakit TBC


Penderita yang terserang basil tersebut biasanya akan mengalami demam tapi tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. Gejala lain, penurunan nafsu makan dan berat badan, batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah), perasaan tidak enak (malaise), dan lemah.

Agar bisa mengantisipasi penyakit ini sejak dini, berikut gejala-gejala penyakit tuberculosis yang perlu Anda ketahui.

Gejala utama

Batuk terus-menerus dan berdahak selama tiga pekan atau lebih.

Gejala tambahan yang sering dijumpai


  • Dahak bercampur darah/batuk darah
  • Sesak nafas dan rasa nyeri pada dada
  • Demam/meriang lebih dari sebulan
  • Berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas
  • Badan lemah dan lesu
  • Nafsu makan menurun dan terjadi penurunan berat badan

"Paling mudah untuk mengetahui seseorang terkena tuberkulosis jika dia berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas. Walaupun tidak bisa langsung ditetapkan tuberkulosis karena harus didiagnosis, tapi itu salah satu pertanda. Jika Anda lemas, batuk tak berhenti, nyeri pada dada, dan keringat pada malam hari, langsung segera periksa," tambah dr Arifin Nawas Sp(P), salah seorang tenaga ahli klinis tuberkulosis di RSUP Persahabatan di tempat sama.

Menurutnya, untuk memastikan seseorang terkena TB atau tidak, tim medis melakukan diagnosis dengan mengadakan pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung (BTA) dan gambaran radio logis (foto rontgen).


Penyebab Infeksi TBC


Penyakit ini diakibatkan infeksi kuman mikobakterium tuberkulosis yang dapat menyerang paru, ataupun organ-organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, usus, ginjal, kandungan, tulang, sampai otak. TBC dapat mengakibatkan kematian dan merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian tertinggi di negeri ini.

Kali ini yang dibahas adalah TBC paru. TBC sangat mudah menular, yaitu lewat cairan di saluran napas yang keluar ke udara lewat batuk/bersin & dihirup oleh orang-orang di sekitarnya. Tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung kuman TBC akan sakit.

Pada orang-orang yang memiliki tubuh yang sehat karena daya tahan tubuh yang tinggi dan gizi yang baik, penyakit ini tidak akan muncul dan kuman TBC akan "tertidur". Namun,pada mereka yang mengalami kekurangan gizi, daya tahan tubuh menurun/ buruk, atau terus-menerus menghirup udara yang mengandung kuman TBC akibat lingkungan yang buruk, akan lebih mudah terinfeksi TBC (menjadi 'TBC aktif') atau dapat juga mengakibatkan kuman TBC yang "tertidur" di dalam tubuh dapat aktif kembali (reaktivasi).

Infeksi TBC yang paling sering, yaitu pada paru, sering kali muncul tanpa gejala apa pun yang khas, misalnya hanya batuk-batuk ringan sehingga sering diabaikan dan tidak diobati. Padahal, penderita TBC paru dapat dengan mudah menularkan kuman TBC ke orang lain dan kuman TBC terus merusak jaringan paru sampai menimbulkan gejala-gejala yang khas saat penyakitnya telah cukup parah.


Pengobatan Penyakit TBC


Untuk mendiagnosis TBC, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di daerah paru/dada, lalu dapat meminta pemeriksaan tambahan berupa foto rontgen dada, tes laboratorium untuk dahak dan darah, juga tes tuberkulin (mantoux/PPD). Pengobatan TBC adalah pengobatan jangka panjang, biasanya selama 6-9 bulan dengan paling sedikit 3 macam obat.

Kondisi ini diperlukan ketekunan dan kedisiplinan dari pasien untuk meminum obat dan kontrol ke dokter agar dapat sembuh total. Apalagi biasanya setelah 2-3 pekan meminum obat, gejala-gejala TBC akan hilang sehingga pasien menjadi malas meminum obat dan kontrol ke dokter.

Jika pengobatan TBC tidak tuntas, maka ini dapat menjadi berbahaya karena sering kali obat-obatan yang biasa digunakan untuk TBC tidak mempan pada kuman TBC (resisten). Akibatnya, harus diobati dengan obat-obat lain yang lebih mahal dan "keras". Hal ini harus dihindari dengan pengobatan TBC sampai tuntas.

Pengobatan jangka panjang untuk TBC dengan banyak obat tentunya akan menimbulkan dampak efek samping bagi pasien. Efek samping yang biasanya terjadi pada pengobatan TBC adalah nyeri perut, penglihatan/pendengaran terganggu, kencing seperti air kopi, demam tinggi, muntah, gatal-gatal dan kemerahan kulit, rasa panas di kaki/tangan, lemas, sampai mata/kulit kuning.

Itu sebabnya penting untuk selalu menyampaikan efek samping yang timbul pada dokter setiap kali kontrol sehingga dokter dapat menyesuaikan dosis, mengganti obat dengan yang lain, atau melakukan pemeriksaan laboratorium jika diperlukan.

Pengobatan untuk penyakit-penyakit lain selama pengobatan TBC pun sebaiknya harus diatur dokter untuk mencegah efek samping yang lebih serius/berbahaya. Penyakit TBC dapat dicegah dengan cara:
  • Mengurangi kontak dengan penderita penyakit TBC aktif.
  • Menjaga standar hidup yang baik, dengan makanan bergizi, lingkungan yang sehat, dan berolahraga.
  • Pemberian vaksin BCG (untuk mencegah kasus TBC yang lebih berat). Vaksin ini secara rutin diberikan pada semua balita.
  • Perlu diingat bahwa mereka yang sudah pernah terkena TBC dan diobati, dapat kembali terkena penyakit yang sama jika tidak mencegahnya dan menjaga kesehatan tubuhnya.

Semoga informasi mengenai gejala penyakit TBC, faktor penyebab dan cara pencegahan di atas bermanfaat buat anda yang membutuhkan informasi tersebut.
Apa itu sinusitis ?
Sinusitis adalah peradangan saluran pada rongga tengkorak yang menghubungkan hidung dan rongga mata. Kata sinusitis itu sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu sinus yang artinya cekungan dan akhiran itis yang berarti radang.
Gejala sinusitis yang biasanya terjadi adalah :

1.Pilek yang berlangsung lama. Biasanya penderita tidak menyadari dirinya terkena sinusitis, karena gejalanya sering didahului pilek yang berlangsung lama sehingga dianggap biasa.
2.Bila sudah terjadi penumpukan cairan dalam rongga maka kepala menjadi sakit, terutama jika sedang menunduk.
3.Kadang pendengaran berkurang dan badan meriang, sementara ingus terus mengalir.
4.Kehilangan nafsu makan dan indera penciuman menjadi lemah.
Penyebab sinusitis :
1.Hidung tersumbat antara lain disebabkan oleh infeksi virus flu di saat tubuh kurang fit. Infeksi yang menyerang di sekitar hidung dan tenggorokan ini tak jarang menjalar ke sinus (rongga di sekitar hidung yang mengalirkan lendir).
2.Radang pada rongga hidung ini bisa juga disebabkan oleh cara kita membuang ingus yang salah. Ingus yang seharusnya keluar malah tersedot masuk ke rongga sehingga susah dikeluarkan.dapat disebabkan oleh virus ,bakteri atau jamur.
3.Kuman yang biasa menyerang adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemo philus influenzae yang ditemukan hampir pada 70 % kasus.
4.Dapat juga disebabkan oleh radang ditempat lain yang berdekatan misalnya radang tenggorokan ,radang Amandel ,radang pada gigi geraham atas ,kadang juga disebabkan karena berenang ,menyelam ,trauma tekanan udara (biasanya pada awak pesawat)
5.Allergi dapat memperberat penyakit ini, sehingga orang yang memang telah mengidap alergi akan lebih mudah terkena radang sinus ini.
RADANG TENGGOROKAN ( PHARYNGITIS )
apa itu penyakit radang tenggorokan ?
Radang tenggorokan yang dalam bahasa medis disebut pharyngitis, adalah suatu penyakit radang yang menyerang batang tenggorok. Penyakit yang kerap disebut radang tenggorok itu ditandai adanya penebalan atau pembengkakan dinding tenggorokan, berwarna kemerahan, ada bintik-bintik putih, disertai adanya rasa sakit menelan.

Radang tenggorok bisa disebabkan infeksi virus atau kuman, disertai daya tahan tubuh yang lemah. Pengobatan dengan antibiotika hanya efektif pada radang yang disebabkan oleh kuman.
Untuk kasus radang tenggorok yang ringan, terkadang makan makanan yang sehat seperti sayur-sayuran dengan buah-buahan yang kaya vitamin bisa menolong meredakan radang. Gejala radang tenggorokan sering merupakan pratanda penyakit flu atau pilek.

Radang Tenggorok atau Pharyngitis ada dua macam, yakni akut dan kronis:
1. Pharyngitis akut.Radang tenggorok yang masih baru, dengan gejala nyeri tenggorok dan kadang disertai demam dan batuk.
2. Pharyngitis kronis.Radang tenggorok yang sudah berlangsung dalam waktu yang lama, biasanya tidak disertai nyeri menelan, cuma terasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan.
Penyebab Radang Tenggorokan

Virus, sekitar 80 persen sakit tenggorokan disebabkan oleh virus yang dapat menyebabkan demam
Batuk dan pilek atau lendir (ingus) dapat membuat tenggorokan teriritasi.
Virus coxsackie (hand, foot and mouth disease).
Alergi juga dapat menyebabkan iritasi tenggorokan ringan yang bersifat kronis (menetap).
Bakteri streptokokus. Dapat diketahui dengan kultur tenggorok. Tes ini umumnya dilakukan di laboratorium menggunakan hasil usap tenggorok pasien. Dan, adanya gejala klasik dari kuman streptokokus seperti nyeri hebat saat menelan, terlihat bintik-bintik putih, muntah-muntah, bernanah pada kelenjar amandelnya, disertai pembesaran kelenjar amandel.
Difteri
Merokok.
Gejala Radang Tenggorokan
Baik pada infeksi virus maupun bakteri, gejalanya sama yaitu nyeri tenggorokan dan nyeri menelan. Selaput lendir yang melapisi tenggorokkan yang mengalami peradangan berat atau ringan akan tertutup selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan nanah.
Gejala Lain :
Demam
Pembesaran kelenjar getah bening di leher
Peningkatan jumlah sel darah putih.
Gejala tersebut bisa ditemukan pada infeksi karena virus maupun bakteri, tetapi lebih merupakan gejala khas untuk infeksi karena bakteri.

Mengidentifikasi Penyebab Radang Tenggorokan
Pada kasus ringan karena infeksi virus tidak harus ke dokter karena cukup diberi obat penghilang rasa sakit atau demam. Pada kasus tertentu yang bukan disebabkan karena virus mungkin perlu dilakukan pemeriksaan dokter.

Sebelum memberi pengobatan, sangat penting bagi para dokter untuk mencari penyebab radang tenggorokan guna menegakkan diagnosa yang benar dengan tujuan mencegah pemberian antibiotik yang tidak tepat bagi sebagian besar penderita radang tenggorokan karena dapat menimbulkan organisme yang resisten terhadap antibiotik.

Infeksi Tenggorokan Tidak Harus Terapi Antibiotika
Untuk infeksi tenggorokan adanya demam tinggi, ingus atau lendir yang berwarna hijau atau kuning merupakan gejala dari perjalanan infeksi virus, sebagian besar dokter seringkali memberikan terapi antibiotika. Padahal kondisi tersebut bukan merupakan indikasi pemberian antibiotika. Kecuali kasus dengan demam tinggi, pada saat hari ke 3-5 bisa dipertimbangkan pemberian antibiotika.

Sebelum melakukan pengobatan atau meresepkan obat, sangat penting kita mengetahui penyebab radang tenggorokan guna mencegah pemberian antibiotik yang tidak tepat, yang seringkali terjadi pada kasus radang tenggorokan karena dapat menimbulkan kuman yang resisten terhadap antibiotik.

Untuk mengetahui penyebab radang tenggorokan harus dilakukan pemeriksaan cermat pada tenggorokan dan kelenjar getah bening di leher. Selanjutnya, dengan test usap tenggorok untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri. Pemeriksaan lab ini perlu dilakukan jika ada dugaan diagnosis radang tenggorokan yang disebabkan bakteri streptokokus berdasarkan temuan klinis dan epidemiologis, dan pasien belum mengkonsumsi antibiotik.
Selain itu, juga perlu dilakukan pemeriksaan sensitivitas terhadap antibiotik pada pasien yang alergi terhadap penisilin karena adanya bakteri streptokokus yang resisten terhadap erytromisin.

Jangan sampai si penderita meminum obat antibiotik sebelum dia mengetahui seberapa imun tubuhnya dan juga harus memeriksakan radang tenggorokan yang dideritanya ke dokter untuk mengetahui berat-ringannya penyakit. Bila radang tenggorokan disebabkan oleh alergi, si penderita sebaiknya selalu menjaga tubuh tetap prima jangan asal minum-minuman dan makan-makanan yang membuat tenggorokan sakit.
Sebagian besar kasus, keluhan ini akan mereda dengan sendirinya. Untuk membantu meringankan rasa sakit, dokter biasanya memberikan obat yang bersifat pain reliever. Misalnya asetaminofen (parasetamol) atau ibuprofen yang dapat membantu mengatasi rasa sakit dan demam. Berkumur dengan air garam hangat juga bisa membantu. Bisa juga dengan obat kumur anestetik atau anesthetic throat gargle.

FDA (Food and Drug Administration) atau lembaga pengawasan makanan & obat AS memberikan catatan, bahwa obat kumur Chlorhexidine Gluconate (CG) hasil uji klinis memiliki aktivitas antimikrobial untuk pembilasan oral atau mulut. Hasilnya, dari sampel microbial plaque yang diteliti, telah memperlihatkan pengurangan jumlah bakteri secara umum, baik aerob maupun anaerob yang berkisar 54-97 persen selama penggunaan CG.
Selain itu, penggunaan CG sebagai pembilas oral selama 6 bulan tidak menunjukan adanya perubahan yang nyata di dalam resistensi bakteri, pertumbuhan berlebihan dari organisme berpotensi opurtunis atau lain perubahan di dalam ekosistem microbial oral. Dan, tiga bulan pasca penggunaan CG dihentikan. Banyak bakteri di dalam plaque yang kembali ke tingkat base line,–bakteri plaque tidak resistens. Oleh karena itu, CG bisa dipergunakan sebagai alternatif meredakan radang tenggorokan maupun sariawan.
Komplikasi Jangan Diremehkan.

Nyeri tenggorokan kerapkali diabaikan, karena pada umumnya ringan. Padahal pada sebagian kasus, sekitar 10-20 persen jika dibiarkan berlarut-larut, radang ini bisa memicu munculnya penyakit lain. Hampir semua orang pernah mengalami nyeri tenggorokan. Namun, tidak banyak yang memeriksakan ke dokter sebelum nyeri tenggorokannya menjadi parah. Bahkan, biasanya penderita baru pergi ke dokter saat radang parah atau nyaris tidak sanggup lagi menelan makanan.

Radang tenggorokan sebenarnya bukanlah nama penyakit, tetapi hanya gejala dari berbagai penyakit yang muncul. Dalam terminologi kesehatan, radang tenggorokan biasa disebut dengan sore throat atau Pharyngitis. Keluhan yang muncul bervariasi, dari sekadar rasa gatal di tenggorokan sampai nyeri berat sehingga menelan ludah pun terasa menyakitkan. Tidak sampai di situ saja, stres dan kerja berlebihan dapat memperlemah sistem pertahanan tubuh dan memicu infeksi tenggorokan. Penyebab radang tenggorokan ada bermacam-macam antara lain infeksi virus, infeksi bakteri, alergi dan iritasi.

Pharyngitis karena virus dan bakteri dapat ditularkan melalui ludah, yang menyebar saat batuk (drooplet infection) atau melalui tangan atau barang pribadi penderita yang terkontaminasi. Rata-rata masa inkubasi radang tenggorok antara 2-5 hari. Namun bila disebabkan virus, masa inkubasinya berkisar antara 3 hari hingga 2 minggu. Infeksi yang disebabkan virus influenza bersifat menular dan sangat mudah tersebar. Pada kondisi ini, peradangan berlangsung sekitar tiga sampai sepuluh hari. Umumnya, peradangan terasa lebih berat pada pagi hari dan akan membaik seiring berjalannya hari.

Biasanya disertai rasa lemas, menurunnya nafsu makan, demam, dan batuk. Sakit tenggorokan juga ditemukan pada infeksi virus lainnya seperti bisul dan campak. Tubuh memerlukan satu minggu untuk membangun antibodi untuk menghancurkan virus-virus tersebut. Infeksi Mononucleosis, atau yang umumnya disebut Mono disebabkan Virus Epstein Barr, dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh.Virus ini memengaruhi sistem limpa sehingga menyebabkan pembesaran pada amandel dan muncul bercak putih pada permukaannya. Selain itu, juga terjadi pembengkakan pada pembuluh di leher.
Infeksi seperti ini biasanya menimbulkan sakit tenggorokan yang parah, sehingga membuat si penderita kesulitan bernapas. Virus ini juga menyebabkan kelelahan luar biasa yang dapat berlangsung lebih dari enam minggu. Terkadang virus ini juga menyerang hati dan menyebabkan sakit kuning. Walaupun Mono diberi nama panggilan Kissing Disease, ia tidak hanya bisa ditularkan melalui ludah. Penularan juga dapat terjadi dari mulut ke tangan, kemudian dari tangan ke mulut atau dari penggunaan handuk atau alat-alat makan bersama.
Untuk bakteri, yang paling umum dan paling serius dalam hal komplikasi adalah grup A betahemolitis streptococcus. Bakteri ini menyebabkan penyakit strep throat dan diasosiasikan dengan kerusakan klep di jantung (demam rematik) dan ginjal (nephritis), tonsillitis, radang paru, sinusitis, dan infeksi telinga. Penyebab sakit tenggorokan yang lain adalah laryngo-pharyngeal reflux (LPR). Pada penderita alergi biasanya mengalami sakit di tenggorokan pada pagi hari saat asam lambung naik ke atas dan masuk bagian belakang tenggorokan. Pada tenggorokan terasa ada benjolan dan berasa asam. Penderita sering mengeluarkan dahak untuk membersihkan tenggorokan.

Oleh karena itu, alangkah bijaknya jika pasien maupun dokter, untuk tidak mengabaikan atau membiarkan nyeri radang tenggorokan menjadi parah hingga menyebabkan komplikasi.
Apakah anda memiliki masalah pada bau mulut ? Atau anda memiliki masalah pada gigi anda yang warna nya kuning ?
Berikut ini saya akan share bagaimana cara merawat kesehatan gigi dan mulut , semoga bermanfaat ya guys ..
 1. Jangan takut ke dokter gigi

Beberapa orang merasa ngeri bila harus ke dokter gigi. Membayangkan peralatan di ruang dokter gigi saja terasa menyeramkan. Jika merasa cemas berada di ruang dokter gigi, cobalah untuk membawa pemutar musik dengan daftar lagu kesayangan Anda. Kemudian, cobalah untuk bernapas teratur. Jangan menahan napas. Dengan begitu, peredaran darah akan lancar sehingga membantu Anda mengurangi ketegangan. Dan jangan malu mengungkapkan soal ketegangan Anda kepada dokter. Dengan begitu, ia bakal membantu Anda merasa nyaman.

2. Flossing-lah sebelum menyikat gigi

Flossing adalah cara pembersihan sela gigi dengan menggunakan benang. Flossing akan mengeluarkan sisa makanan yang terjebak di sela gigi sehingga membantu penyikatan gigi menjadi lebih efektif. Saat menyikat gigi tiba, pastikan menyikat dengan sudut 45 derajat pada garis gusi dengan gerakan lembut.

3. Manfaatkan tusuk gigi

Jika tidak memiliki benang pembersih gigi, Anda dapat menggunakan tusuk gigi untuk membersihkan sela gigi. Namun, gunakanlah secara perlahan. Penggunaan tusuk gigi secara kasar akan melukai gusi Anda. Dan luka merupakan wadah yang tepat untuk berkembangnya bakteri.

4. Ganti secara rutin sikat gigi Anda

Agar gigi lebih sehat, gantilah sikat gigi Anda secara rutin setiap tiga atau empat bulan. Untuk sikat gigi elektrik, gantilah sesuai dengan panduan di buku petunjuk. Penggantian sikat gigi secara teratur akan membantu Anda menghindari kuman yang mungkin menempel di bulu sikat.

5. Konsumsi keju

Protein yang terkandung dalam keju sangat baik untuk mencegah pengikisan email gigi. Ditambah lagi, keju kaya akan kalsium yang juga membuat gigi lebih kuat. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi vitamin D yang membantu penyerapan kalsium. Vitamin D bisa didapatkan dalam susu, telur, dan ikan.

6. Hentikan noda dengan baking soda

Jika Anda gemar mengonsumsi kopi, teh, atau makanan lain yang akan meninggalkan plak di gigi, cobalah untuk bersihkan gigi dengan baking soda dua kali dalam sebulan. Gunakan baking soda seperti halnya Anda menggunakan pasta gigi. Jika penggunaan baking soda membuat Anda iritasi, cobalah pasta gigi yang mengandung baking soda.

7. Perhatikan makanan

Beberapa makanan dituduh dapat meninggalkan noda di gigi. Beberapa makanan lain juga diklaim dapat mencerahkan gigi, misalnya stroberi. Ada spekulasi bahwa stroberi memiliki pemutih gigi alami. Karena itu, cocok untuk membantu membersihkan gigi sehabis mengonsumsi kopi atau merokok. Untuk lebih membantu meminimalisir plak, cobalah memakan apel, pir, wortel, atau seledri. Makanan ini akan memperbanyak produksi air liur yang baik bagi kebersihan gigi.

8. Atur kadar keasaman

Kadar keasaman akan memengaruhi kesehatan gigi dan mulut Anda. Makanan yang dapat memengaruhi kadar keasaman di antaranya cokelat, alkohol, soda, kopi, teh, bawang merah, bawang putih, produk susu, tomat, jeruk, mint, serta makanan pedas dan berlemak.

9. Jaga kesehatan lidah

Agar napas tetap terjaga, sikatlah pula lidah Anda tiap kali menyikat gigi. Lidah merupakan salah satu tempat berkembangnya bakteri yang menyebabkan napas tak segar. Untuk membersihkan lidah, gunakanlah scrub atau penggosok lidah setiap hari.

10. Obat membuat mulut kering

Mulut membutuhkan air liur agat tetap sehat. Namun, beberapa obat-obatan seperti antihistamin dapat mengeringkan air liur. Untuk membantu menjaga kelembapan gigi, tingkatkan asupan cairan dalam tubuh atau kunyahlah permen karet sehabis makan. Jika itu tidak membantu, konsultasikan ke dokter mengenai penggunaan produk air liur buatan.

Oleh karenanya, baik wanita maupun pria, ketika mereka menginjak usia 30 tahun, mereka mulai menemukan tanda-tanda penuaan dini seperti kerutan pada kulit. Berikut adalah cara paling ampuh untuk mencegah penuaan kulit dini, seperti dilansir Boldsky.

1. Minum banyak air

Ketika usia Anda bertambah tua, kulit akan menjadi lebih kering. Anda akan mulai menyadari bahwa kulit Anda menghasilkan sedikit minyak atau tidak seperti sebelumnya. Maka, pastikan bahwa Anda selalu menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum banyak air. Hal ini juga membantu untuk membuang racun dari tubuh.

2. Cukup tidur

Ketika kulit mulai mengalami penuaan, bahkan kurang tidur beberapa jam saja bisa menyebabkan lingkaran hitam di bawah mata Anda. Jadi, jangan pernah lewatkan waktu tidur Anda.

3. Gunakan krim malam

Ketika kita masih muda, kita mungkin tidak menyadari apa manfaat dari memakai krim malam. Tetapi, ketika usia Anda bertambah tua, Anda harus membiasakan diri untuk memakai krim malam setiap hari.

4. Melembapkan

Setelah mandi, Anda harus mengoleskan pelembap pada kulit untuk mencegah penuaan dini. Kekeringan dapat memunculkan lebih banyak keriput di kulit Anda.

5. Rajin membersihkan kulit

Anda dapat menggunakan make-up untuk menutupi noda-noda pada kulit. Namun ingat, Anda harus rajin membersihkan make up sebelum tidur. Kosmetik kimia dapat mempercepat munculnya keriput.

6. Natural

Semakin sering Anda menggunakan bahan-bahan alami pada kulit, semakin sehat kulit Anda. Menggunakan bahan-bahan anti-penuaan alami seperti kunyit, susu dan lidah buaya dapat membuat kulit lebih sehat dan lebih minim efek samping.

7. Makanan kaya anti-oksidan

Apa yang Anda makan juga memainkan peran besar dalam memperlambat penuaan kulit. Konsumsi makanan yang kaya antioksidan seperti berry, brokoli dan paprika. Mereka dapat membantu membangun kolagen segar di bawah kulit Anda.

8. Menarik ke atas

Sangat penting untuk menerapkan pelembap atau krim dengan gerakan menarik ke atas pada kulit. Jika Anda menarik kulit ke bawah saat mengoleskan krim, itu akan membuat kulit jadi kendur.

9. Hindari kebiasaan tidak sehat

Kebiasaan buruk seperti merokok dan minum kafein dapat mempercepat penuaan. Untuk itu, jalankan gaya hidup sehat untuk tetap awet muda dan segar.

10. Mendetoksifikasi tubuh Hindari mengonsumsi semua makanan olahan dan kafein. Lakukan detoksifikasi dengan mencampur segelas air lemon dan madu. Minuman ini dapat mengeluarkan racun dari tubuh dan membuat kulit terlihat lebih cerah

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

featured Slider